Pepsi Invaders, Game Langka yang Diproduksi Coca-Cola

Waktu Baca: 5 menit

Bagi yang besar dengan konsol PlayStation era 90-an sampai 2000-an awal mungkin sempat akrab dengan game “Pepsi-Man”. Game yang dirilis pada tahun 1999 oleh KID ini  adalah game action dimana pemain harus menyelesaikan level dengan cara berlari dan menghindar dari rintangan-rintangan seperti mobil, lubang jalanan,  pohon, dan berbagai objek lainnya.  Pepsi-Man sendiri adalah nama tokoh utama yang dikendalikan pemain, seorang superhero yang menyelamatkan orang-orang kehausan dengan memberi mereka sekaleng minuman pepsi. 

Meskipun konsep dan tujuan utama dari game ini terang-terangan hanya sebuah iklan belaka, game ini cukup disambut hangat dengan gamers dan tetap memiliki reputasi baik lebih dari 20 tahun setelah rilis. Hal yang mungkin tidak diketahui gamers adalah bahwa Pepsi-Man bukanlah game pertama yang bertema Pepsi. Pada tahun 1983, dirilis game berjudul Pepsi Invaders. Menariknya adalah, game tersebut tidak dirilis oleh Pepsi, melainkan oleh brand rival yakni Coca-Cola. Kok bisa? Ini dia alasannya…

Pepsiman Ulang Tahun ke-20! Simak nih 5 Fakta Seputar Pionir Game Running  Tersebut - Semua Halaman - Hai

Untuk memahami kisah latar belakang Pepsi Invaders, penting untuk membahas rivalitas Pepsi vs Coca-Cola terlebih dahulu. Coca-Cola telah hadir di pasar sebelum Pepsi. Diciptakan pada tahun 1893, Coca-Cola selama beberapa decade mendominasi pasaran minuman bersoda. Pepsi-Cola sendiri sebenarnya sudah dijual hampir selama Coca-Cola, namun namanya baru mulai mapan pada tahun 1975 melalui strategi pemasaran ‘Pepsi Challenge’ alias ‘Tantangan Pepsi.’ Kampanye ini berupa tes dimana seseorang diminta untuk mencicip dua produk soda berbeda tanpa diberitahu apa yang diminumnya, ekspresi senang ditampilkan oleh orang yang mencicipi soda Pepsi dijadikan materi tayangan iklan televisi. 

Pepsi Challenge terbukti sangat populer di kalangan masyarakat. Bahkan, studi internal yang diselenggarakan oleh Coca-Cola pun menyimpulkan bahwa konsumen cenderung lebih memilih Pepsi ketimbang Coca-Cola apabila hanya menilai murni dari segi rasa. Strategi pemasaran ini pun berhasil memperkuat posisi Pepsi di pasar masyarakat AS. Pepsi yang sebelumnya selalu di bawah bayangan Coca-Cola, akhirnya sempat menguasai 90 persen pangsa pasar soda pada  tahun 1983. 

Pepsi Challenge 1983 Commercial - YouTube

Sebagai upaya untuk merebut kembali popularitas, Coca-Cola mengeluarkan dua versi baru dari produknya, yakni Diet Coke dan New Coke. Meskipun Diet Coke cukup disukai oleh masyarakat, New Coke  tidak disambut positif dan hanya bertahan selama tiga bulan di pasar hingga dianggap sebagai kegagalan besar Coca-Cola. Disaat yang bersamaan, video game adalah ciptaan yang masih tergolong baru dan popularitasnya mulai membesar di AS. Atari 2600 sukses di pasar sehingga di non-produksi lagi konsol tersebut sehingga laris terjual 27.640.000  keping. Dibantu dengan popularitas game-game seperti Asteroids dan tentunya, Space Invaders. 

Pada tahun 1983, diluar dugaan, dunia soda dan game sempat bersatu melalui game Pepsi Invaders, game yang dirilis atas kerja sama Coca-Cola dengan Atari. Gim ini merupakan modifikasi dari Space Invaders, dengan gameplay yang hampir identik, dengan sejumlah perbedaan. Perubahan utama adalah terhadap tampilan visual antagonis game. Dalam game Space Invaders, pemain melawan barisan alien, namun ini dimodifikasi menjadi  satu baris yang terdiri dari huruf P E P S I.  Selama 10 detik terakhir sesi permainan, indikator waktu dan senjata akan berkedip. Ketika waktu habis, semua antagonis dan UFO menghilang, skor berubah menjadi kata “WINS” atua “MENANG” sehingga membuat baris terbaca “COKE WINS” atau “COKE MENANG!”.

Keberadaan game Pepsi Wins ini tentunya sangat mengejutkan. Dari konsepnya yang konyol, hingga tujuan produksinya, legalitas dari produk ini pun patut untuk dipertanyakan. Meskipun sekilas game tersebut sepertinya ilegal, dengan gameplaynya yang menyontek Space Invaders serta penggunaan nama produk lain yakni Pepsi. Nyatanya, regulasi yang ada tidak membatasi keberadaannya game tersebut. Sebelumnya, penting untuk diketahui bahwa Pepsi Invaders tidak diproduksi maupun dikomersilkan secara massal oleh Coca-Cola. Meskipun sekarang beberapa salinan dijual oleh kolektor, game tersebut hanya disebarkan oleh Coca-Cola pada konvensi mereka sendiri pada tahun 1983. Hanya 125 eksemplar dirilis dan tujuannya hanya untuk menyemangati karyawan mereka sendiri. Namun, apabila game tersebut dijual ke pasar umum pun, hukum AS tidak akan menghalanginya.

Karena dalam penggunaan nama produk rival, Code of Federal Regulations 16 C.F.R. § 14.15(b)-(c) mengatur bahwa suatu iklan boleh menyebut nama merek lain. Pepsi sendiri melakukan hal yang sama dalam kampanye “Pepsi Challenge”, dimana Coca-Cola digunakan sebagai produk pembanding dalam iklan-ikannya. Selebihnya, Pasal 43(a) dari Federal Lanham Act (15 U.S.C. § 1125(a) mengenai Perbandingan Dalam Iklan mengatur bahwa, “Setiap orang yang, pada atau sehubungan dengan barang atau jasa apa pun menggunakan deskripsi fakta yang salah atau menyesatkan, atau representasi fakta yang salah dan menyesatkan, yang dalam iklan atau promosi menyesatkan dalam menggambarkan sifat, karakteristik, kualitas, atau asal geografis barangnya atau barang orang lain dapat dipertanggungjawabkan.” 

Pepsi Invaders - Ocean of Games

Peraturan dibuat untuk melindungi konsumen dari iklan yang menyesatkan. Mengingat bahwa satu-satunya statement yang muncul di game tersebut adalah “COKE WINS”, yakni suatu pernyataan yang hanya berbentuk bualan dan tidak ada unsur kepalsuan. Karena pernyataan tersebut sama saja dengan opini dan bukan suatu hal objektif yang dapat dibuktikan. Selain itu, penggunaan nama merk lain, umumnya dapat menjadi sumber penyesatan apabila bisa membingungkan konsumen sehingga seakan ada hubungan diantara kedua merek yang disebutkan. Namun dalam kasus ini, dengan melihat misi game dimana kata-kata PEPSI harus dihancurkan hingga tulisan “COKE WINS” keluar, rasanya sulit untuk siapapun akan salah paham bahwa game tersebut merupakan produk dari Pepsi. Terakhir soal aspek modifikasi/penjiplakan dari game Space Invaders, Coca-Cola membuat game tersebut bersama dengan Atari Corporation. Atari memiliki lisensi untuk Space Invaders sehingga mempunya hak untuk mendistribusikannya, jadi, tidak ada masalah pelanggaran hak cipta untuk permainan Pepsi Invaders; Coca-Cola mengembangkan game tersebut bersama pihak yang berwenang untuk membuat dan mendistribusikannya.

Hampir 40 tahun setelah rilis, game Pepsi Invaders telah menjadi salah satu game terlangka di dunia. Keberadaannya terus diincar oleh kolektor-kolektor game yang terhibur dengan konsepnya yang sangat aneh. Selebihnya, game ini juga menggambarkan kadang betapa konyolnya persaingan antar produk, khususnya rivalitas Pepsi vs Coca Cola. Hingga kini kedua brand soda tersebut tetap bersaing dalam perebutan selera pasar. Meskipun belum ada lagi game oleh Pepsi atau Coca-Cola, melihat betapa membuat penasarannya Pepsi Invaders, serta Pepsi Man yang juga sempat menjadi tren, kembalinya promosi soda dalam bentuk game mungkin saja kembali terjadi.

Coca-cola vs. Pepsi: The Economics behind Coke's Dominance - Economics  Student Society of Australia (ESSA)

Untuk informasi lebih banyak mengenai Kekayaan Intelektual, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui marketing@ambadar.co.id atau kanal-kanal media sosial kami.

Berita Terkait

Layanan Terkait

Layanan terkait kami berdasarkan artikel

Kami menyediakan berbagai layanan Kekayaan Intelektual yang berkaitan dengan artikel yang Anda baca.

Berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik dengan layanan kami