Song of The Year Milik Dua Lipa Digugat Dua Kali

Partners baik sengaja atau tidak, mungkin pernah mendengar lagu yang dibawakan oleh Dua Lipa. Apalagi kalau Partners penggemar dance music, rasanya tidak mungkin tidak mengenal biduan cantik, sekaligus penulis lagu berdarah Albania yang berasal asal London, United Kingdom ini. 

Dua Lipa termasuk artis yang produktif, mengeluarkan lagu hits terus-menerus tanpa henti. Rasanya setiap kali ia mengeluarkan lagu baru, lagu tersebut dimainkan di radio dimana-mana dan dipaparkan oleh sejumlah music chart, yang pada akhirnya mengiklankan lagu-lagu tersebut kepada orang yang belum pernah mendengarnya. 

Salah satu contoh lagu terkenal Dua Lipa adalah Levitating. Lagu yang dirilis tahun 2020 sebagai bagian dari album Future Nostalgia pada masanya menjadi salah satu lagu yang paling terkenal. Pada tahun 2020, Levitating masuk ke dalam chart Hot 100 milik Billboard. Bukan sekadar masuk saja, lagu ini berada di peringkat dua. 

Meskipun tidak pernah naik ke peringkat pertama di tahun 2020, Levitating justru dinyatakan sebagai lagu nomor satu di 2021 oleh Billboard. Karena lagu ini masih terus populer di sepanjang 2020 dan 2021, serta memecahkan rekor sebagai lagu karya penyanyi wanita yang paling lama menetap di Top 10 dari Hot 100

Dengan kualitas yang diakui dan didukung prestasi selama itu, pastinya tidak terpikir kalau Levitating bisa terjerat kasus pelanggaran Hak Cipta. Di awal 2022, Levitating, Dua Lipa dan labelnya, Warner Records, sudah menerima dua gugatan dari band dan penulis lagi dari Amerika.  

Seperti Apa Gugatannya?

Levitating yang ditulis oleh Dua Lipa, Clarence Coffee Jr., Sarah Hudson, Stephen Kozmeniuk, dan DaBaby ini mendapat tuduhan pelanggaran hak cipta. Siapa yang menuduh? Ada dua pihak. Pihak yang pertama menggugat adalah band reggae asal Florida, Artikal Sound System

Band itu menuduh Dua Lipa melakukan penjiplakan terhadap lagu mereka yang berjudul Live Your Life, yang dirilis pada tahun 2017, tiga tahun sebelum Levitating dirilis. Diungkapkan, melalui gugatan mereka, bahwa ada kemiripan yang cukup signifikan sehingga sangat tidak mungkin Levitating dibentuk tanpa mendengar lagu mereka.  Gugatan ini dikirimkan ke Pengadilan California pada 1 Maret 2022. 

Hingga saat ini, belum ada informasi publik mengenai bukti-bukti yang digunakan oleh Artikal Sound System untuk memperkuat gugatan mereka. Lagu Live Your Life tersebut dapat didengar di Youtube dan Soundcloud bagi yang berminat untuk mendengar atau ingin membandingkan dengan lagu Levitating Dua Lipa.

Pihak kedua yang menggugat Dua Lipa atas tuduhan pelanggaran hak cipta adalah penulis lagu L. Russell Brown dan Sandy Linzer. Gugatan tersebut dilayangkan pada tanggal 4 Maret 2022, tidak jauh dari gugatan pertama. Duo tersebut menyatakan bahwa melodi atau nada dari lagu Levitating meniru lagu ciptaan mereka yang dibawakan oleh Cory Daye dengan judul “Wiggle and a Giggle All Night”, direkam tahun 1979 dan lagu “Don Diablo” yang dibawakan oleh Miguel Bosé, direkam tahun 1980. Gugatan ini didaftarkan di Pengadilan New York. 

Kedua gugatan ini cukup mengejutkan, mengingat Levitating sudah populer sejak 2020-2021. Dikabarkan bahwa Brown dan Linzer baru mengetahui kemiripan lagu mereka setelah menyaksikan video dari TikTok yang menunjukkan kemiripannya. Hingga saat artikel ini ditulis, kedua kasus gugatan yang dilayangkan ke pengadilan-pengadilan yang berbeda ini belum mengalami perkembangan. 

Tidak sedikit pihak yang skeptis mengenai bagaimana gugatan ini akan berakhir. Tidak jarang penyanyi yang tergolong terkenal memenangkan gugatan pelanggaran hak cipta dengan penyanyi atau penulis lirik yang ketenarannya tidak sebanding dengan artis yang digugat. Namun tidak menutup kemungkinan penggugat dalam sengketa ini bisa menang. 

Dilansir dari NBC News, ahli pengetahuan musik Judith Finell menjelaskan bahwa proses penetapan adanya pelanggaran hak cipta lebih dari sekadar menemukan dua karya yang style atau suasananya  “terdengar” mirip. Richard Busch, seorang pengacara Kekayaan Intelektual meragukan kemungkinan Artikal Sound System untuk sukses dalam gugatan mereka, mengingat lagu mereka tergolong tidak terkenal, dan tidak ditemukan di streaming platform yang dapat diakses masyarakat umum. Hal tersebut relevan karena apabila lagu susah untuk ditemukan, lantas bagaimana Dua Lipa atau pihak-pihak labelnya menemukan lagu tersebut?

Menurut Undang-Undang Hak Cipta Amerika Serikat, agar sebuah lagu dapat dinyatakan telah melanggar Hak Cipta, penuduh atau penggugat harus dapat membuktikan 2 (dua) hal, yaitu:

  • Lagu yang dinyatakan telah ditiru harus mudah untuk diakses;
  • Harus ditemukan kesamaan atau kemiripan di antara lagu-lagu yang disengketakan (namun, tidak ada standar khusus dan spesifik yang menyatakan bagaimana lagu 1 dan lagu 2 dapat dinyatakan mirip).

Pengadilan berupaya untuk memeriksa dengan teliti apakah poin nomor 2 dipenuhi dalam sebuah kasus atau tidak. Hal tersebut karena, walaupun Pengadilan memang berkeinginan untuk melindungi Hak Cipta, tetapi Pengadilan juga ingin mendukung serta melindungi kreativitas. 

Pantau terus website dan akun social media kami untuk kasus-kasus terbaru mengenai Kekayaan Intelektual, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Jangan ragu hubungi kami melalui e-mail marketing@ambadar.co.id apabila Partners membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Kekayaan Intelektual.

 

Sumber:

Berita Terkait

Tertarik untuk berita lebih lanjut?

Lihat berita dan artikel kami!