McD daftarkan Merek di Metaverse. Apa saja menunya?

Sejak Facebook mengumumkan perubahan nama pada perusahaan induknya menjadi Meta pada Oktober 2021 lalu, sejumlah perusahaan telah berlomba untuk mengambil langkah dalam rangka membangun eksistensinya dan memperluas bisnisnya di Metaverse.

Perluasan bisnis ke Metaverse telah diikuti oleh berbagai bidang perusahaan, salah satunya yang bergerak di bidang kuliner, seperti restoran cepat saji McDonald’s. 

McDonald’s sedang melakukan persiapan untuk meluncurkan restoran virtualnya dan dalam proses pendaftaran 10 (sepuluh) merek dagangnya di dunia Metaverse pada 4 Februari 2022 kemarin di United States Patent and Trademark Office (USPTO), yang dikenal dengan Mcmetaverse.

Sehari sebelumnya, pada 3 Februari 2022, Panera Bread yang merupakan usaha kuliner cepat saji dengan konsep kafe dan toko roti yang memiliki lebih dari 2.000 lokasi yang tersebar di Amerika Serikat dan Kanada, juga telah mengajukan pendaftaran terhadap merek dagangnya dengan nama Paneverse. Baik Mcmetaverse dan Paneverse akan menghadirkan makanan dan minuman virtual yang dapat diunduh, dan dapat digunakan secara virtual, bersamaan dengan NFT, dan opsi untuk membeli barang aktual dengan layanan pesan antar atau McDelivery.

Adapun merek dagang yang diajukan oleh restoran cepat saji terbesar di dunia ini, secara garis besar meliputi lima pelayanan yang terdiri atas: 

  1. Pelayanan ritel online yang menampilkan barang virtual;
  2. Restoran virtual yang menampilkan barang secara aktual dan virtual;
  3. Restoran virtual online, produk makanan dan minuman virtual dengan file multimedia yang dapat diunduh yang berisi file karya seni, teks, audio, dan video serta NFT;
  4. Restoran virtual dengan layanan home delivery secara virtual maupun aktual;
  5. Pelayanan hiburan berupa menyediakan konser aktual dan virtual online serta acara virtual lainnya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh seorang pengacara kekayaan intelektual, Josh Gerben, permohonan pendaftaran pada umumnya memerlukan waktu 8 (delapan) hingga 9 (sembilan) bulan untuk ditinjau oleh USPTO, dan McDonald’s seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan merek dagang Mcmetaverse. 

Lebih lanjut, dengan eksistensinya di Metaverse, menu-menu yang lazim dipesan melalui gerai-gerai McDonald’s akan dapat dipesan juga melalui Mcmetaverse, baik dalam bentuk NFT maupun dalam wujud nyatanya dengan pelayanan McDelivery.

Gerben juga menambahkan bahwa dalam 12 (dua belas) bulan ke depan, diprediksi bahwa setiap merek ternama lainnya akan membuat pengajuan serupa. Mengingat bahwa tidak ada orang yang ingin menjadi Blockbuster berikutnya, merujuk pada perusahaan rental film yang mengalami kebangkrutan akibat kurang beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, McDonald’s dan Panera Bread adalah entitas kuliner pelopor untuk mempersiapkan potensi revolusi pendirian restoran virtual. Tidak menutup kemungkinan bahwa pendaftaran merek di Metaverse akan terus mengalami peningkatan seiring dengan perluasan bisnis dari berbagai bidang perusahaan, yang salah satunya termasuk bidang kuliner. 

Apakah McDonald’s Indonesia juga akan hadir di Metaverse? Ikuti terus perkembangannya hanya di Am Badar & Am Badar.

 

Source:

  1. Forbes 
  2. Euronews
Berita Terkait

Tertarik untuk berita lebih lanjut?

Lihat berita dan artikel kami!